Manoppo, Monica T. (2022) KETAHANAN MORTAR GEOPOLIMER HYBRID BERBAHAN DASAR METAKAOLIN BERDASARKAN UJI KUAT TEKAN, SUSUT, DAN TAHAN API. Mahasiswa thesis, Politeknik Negeri manado.
|
Text
COVER,DAFTAR ISI,BAB I.pdf Download (4MB) |
Abstract
Penggunaan mortar geopolimer hybrid berbahan dasar metakaolin adalah sebagai salah satu alternatif material yang dapat digunakan sebagai material konstruksi sebagai penganti ataupun keseluruhan semen. Penelitian ini bertujuan [1] mendapatkan nilai kuat tekan mortar geopolimer hybrid berbahan dasar metakaolin dengan perawatan suhu udara normal pada benda uji umur 3, 7, dan 28 hari, [2] mendapatkan nilai susut mortar geopolimer hybrid berbahan dasar metakaolin dengan variasi komposisi mortar normal, mortar geopolimer hybrid MK 100% dan mortar geopolimer hybrid MK 95%, [3] mendapatkan nilai pengaruh ketahanan mortar geopolimer hybrid pada pengujian tahan api dengan variasi komposisi mortar normal, MK 100% dan MK 95%. Penelitian yang dilakukan merupakan suatu bentuk studi eksperimen berdasarkan American Standard Testing Material dan Standar Nasional Indonesia, dimana tempat penelitian yang dilakukan yaitu di Laboratorium Uji Bahan Jurusan Teknik Sipil. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi campuran berupa mortar normal, mortar dengan kandungan 95% metakaolin 5% semen dan mortar dengan kandungan 100% metakaolin dengan rasio Na2SiO3 : NaOH = 2 atau 66,67% Na2SiO3, dan 33,33% NaOH dari jumlah air pada tiap benda uji dan dengan campuran Superplasticizer sebanyak 1% dari berat semen. Nilai rata – rata hasil uji yang dilakukan untuk kuat tekan mortar normal pada benda uji umur 3 hari sebesar 12,26 Mpa, untuk benda uji umur 7 hari sebesar 16,82 Mpa, dan benda uji umur 28 hari sebesar 22,09 Mpa. Untuk nilai rata – rata kuat tekan variasi mortar mk 95% pada benda uji umur 3 hari sebesar 21,67 Mpa, untuk benda uji umur 7 hari sebesar 23,67 Mpa, dan benda uji umur 28 hari sebesar 23,81 Mpa. Dan Untuk nilai rata – rata kuat tekan variasi mortar mk 100% pada benda uji umur 3 hari sebesar 21,88 Mpa, untuk benda uji umur 7 hari sebesar 24,20 Mpa, dan benda uji umur 28 hari sebesar 26,93 Mpa. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan untuk nilai penyusutan mortar normal pada benda uji umur 3 hari nilai penyustuan sebesar 99,999965%, pada benda uji umur 4 hari nilai penyusutan sebesar 99,999943%, pada benda uji umur 11 hari sebesar 99,999926% , pada benda uji umur 18 hari sebesar 99,999917% dan pada benda uji umur 25 hari sebesar 99,999908%. Untuk nilai penyusutan variasi mortar mk 95% pada benda uji umur 3 hari belum terjadi penyustuan, pada benda uji umur 4 hari nilai penyusutan sebesar 99,99998%, pada benda uji umur 11 hari sebesar 99,99996% , pada benda uji umur 18 hari sebesar 99,99996% dan pada benda uji umur 25 hari sebesar 99,99995%. Dan untuk nilai penyusutan variasi mortar mk 100% pada benda uji umur 3 hari nilai penyustuan sebesar 99,99998%, pada benda uji umur 4 hari nilai penyusutan sebesar 99,99994%, pada benda uji umur 11 hari sebesar 99,99994% , pada benda uji umur 18 hari sebesar 99,99993% dan pada benda uji umur 25 hari sebesar 99,99992%. Berdasarkan hasil uji tahan api yang dilakukan suhu pada mortra normal pada menit ke 10 mencapai 641°C, kemudian pada menit ke 15 suhu naik meenjadi 660°C dan suhu tertinggi mencapai 783 °C pada menit ke 30. Untuk variasi mortar mk 95% mengalami penurunan suhu seiring dengan waktu pengujian berjalan, pada menit ke 10 suhu mencapai 683°C, kemudian pada menit ke 15 suhu turun menjadi 679°C dan suhu terendah mencapai 677 °C pada menit ke 30. Dan untuk variasi mortar mk 100% mengalami penurunan suhu seiring dengan waktu pengujian berjalan, pada menit ke 10 suhu mencapai 572°C, kemudian pada menit ke 15 suhu turun menjadi 366°C dan suhu terendah mencapai 331 °C pada menit ke 30. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan untuk nilai kuat tekan, pada umur 3,7, dan 28 hari mortar geopolimer hybrid berbahan dasar metakaolin lebih tinggi namun tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan apabila dibandingkan dengan mortar normal. Untuk nilai penyusutan variasi komposisi campuran mortar geopolimer hybrid MK 100% paling memberikan nilai terendah pada penyusutan dibandingkan dengan mortar normal dan mortar geopolimer hybrid MK 95%. Pada hasil uji tahan api dengan menggunakan metode paparan api secara langsung, variasi mortar normal mengalami kenaikan suhu seiring dengan bertambahnya waktu pengujian berbeda dibandingkan dengan variasi mortar geopolimer hybrid MK 100% dan MK 95%.
| Item Type: | Karya Ilmiah (Mahasiswa) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mortar Geopolimer Hybrid, Kuat Tekan, Susut, Tahan Api |
| Subjects: | I Building Construction > IE Tesis. Disertasi dan Skripsi |
| Divisions: | Teknik > Jurusan Teknik Sipil |
| Depositing User: | Mrs Sarini Podomi |
| Date Deposited: | 17 Jul 2023 01:46 |
| Last Modified: | 17 Jul 2023 01:46 |
| URI: | http://repository.polimdo.ac.id/id/eprint/3102 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
