KUAT TEKAN BETON BERDASARKAN METODE CURING TIME DI LAPANGAN PADA RIGID PAVEMENT

Uno, Aqmal Fathahilla (2022) KUAT TEKAN BETON BERDASARKAN METODE CURING TIME DI LAPANGAN PADA RIGID PAVEMENT. Mahasiswa thesis, Politeknik Negeri manado.

[img] Text
COVER,DAFTAR ISI, BAB I.pdf

Download (13MB)

Abstract

Beton pada dasarnya adalah campuran yang terdiri dari agregat kasar dan agregat halus yang dicampur dengan air, dan semen sebagai bahan pengikat, serta kadang-kadang ditambahkan bahan tambah. Rigid pavement atau perkerasan kaku adalah jenis perkerasan jalan yang menggunakan beton sebagai bahan utama, dan merupakan salah satu jenis perkerasan jalan yang sering digunakan selain dari perkerasan lentur. Beton harus dirawat (curing) setela selesai dari pencetakan agar bagian dalam dari beton tetap dingin, dan tidak terjadi keropos. Ada beberapa metode dalam curing beton, dan perbedaan metode curing di lapangan dan di laboratorium akan juga menghasilkan kekuatan yang berbeda, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa perbedaan hasil kuat tekan dari perbedaan metode curing di lapangan, laboratorium, dan tidak dirawat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, dimana data hasil penelitian diperoleh melalui pengujian di laboratorium Uji Bahan jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado. Material yang digunakan adalah kerikil dari desa Kema, pasir dari Amurang, semen dari PT. Semen Conch, dan air dari laboratorium uji bahan Politeknik Negeri Manado untuk pembuatan sampel beton dengan mutu rencana 40MPa. Pengujian kuat tekan mengacu pada standar SNI 1974-2011. Metode curing yang diteliti adalah metode perlakuan lapangan yaitu ditutup dengan kain geotekstil lalu disiram, metode perlakuan laboratorium yaitu direndam didalam air, dan dibiarkan. Sampel benda uji yang digunakan adalah silinder berdiameter 10cm dengan tinggi 20cm dengan masing-masing benda uji 9 buah untuk 1 metode perawatan, dengan total 27 sampel untuk 3 metode perawatan, pengujian kuat tekan dilakukan di umur beton 7, 14, dan 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh saat umur beton mencapai 28 hari, kuat tekan tertinggi didapatkan pada perawatan direndam dengan hasil 43,35MPa, pada perawatan disiram terjadi penurunan 15,58% dengan nilai 36,59MPa, dan pada beton yang tak dirawat terjadi penurunan 29,82% dengan hasil kuat tekan 30,42MPa. Dapat disimpulkan bahwa curing direndam adalah metode perawatan terbaik.

Item Type: Karya Ilmiah (Mahasiswa)
Uncontrolled Keywords: Metode Curing, Perawatan, Kuat Tekan, Perendaman, Rigid, Beton
Subjects: H Roads and Bridges > HE Tesis. Disertasi dan Skripsi
Divisions: Teknik > Jurusan Teknik Sipil
Depositing User: Mrs Sarini Podomi
Date Deposited: 20 Jul 2023 02:57
Last Modified: 20 Jul 2023 02:57
URI: http://repository.polimdo.ac.id/id/eprint/3114

Actions (login required)

View Item View Item