RANCANG BANGUN ALAT SMART FARMING UNTUK KONTROL PARAMETER KIMIA TANAMAN DI LOKASI PEMBIBITAN TANAMAN HORTIKULTURA BERBASIS IOT

WONDAL, GABRIEL (2024) RANCANG BANGUN ALAT SMART FARMING UNTUK KONTROL PARAMETER KIMIA TANAMAN DI LOKASI PEMBIBITAN TANAMAN HORTIKULTURA BERBASIS IOT. Mahasiswa thesis, Politeknik Negeri manado.

[img] Text
GABRIEL WONDAL SKRIPSI-TEKNIK ELEKTRO-INFORMATIKA.pdf

Download (9MB)

Abstract

Wondal, Gabriel, Rancang Bangun Alat Smart Farming untuk Kontrol Parameter Kimia Tanaman di Lokasi Pembibitan Tanaman Hortikultura Berbasis IoT. Skripsi. Teknik Informatika. Politeknik Negeri Manado. 2024. (Pembimbing I, Alfrets Wauran, ST., MCSE. Pembimbing 2, Oldi Malfri Lambonan, S.Pd.,M.Pd) Pertanian merupakan sektor ekonomi utama di banyak daerah di Indonesia, termasuk Desa Koha Selatan di Kabupaten Minahasa, yang bergantung pada hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Banyak petani di Indonesia kurang memperhatikan kualitas tanah, seperti pH, suhu, dan kelembaban, yang penting untuk hasil panen yang optimal. Meskipun ada alat ukur untuk masing-masing parameter ini di pasaran, kebanyakan hanya dapat mengukur satu faktor saja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur yang mengintegrasikan ketiga sensor-sensor pH, suhu, dan kelembaban tanah-menggunakan Arduino untuk mengumpulkan data sensor dan Raspberry Pi untuk memproses data serta menampilkan hasilnya di LCD. Dalam penelitian ini, tanaman cabe dipilih sebagai contoh untuk rekomendasi berdasarkan hasil pengukuran.Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan perancangan dan pembuatan alat ukur dengan sensor pH tanah, sensor suhu DHT11, dan sensor kelembaban soil moisture, menggunakan Arduino Uno dan Raspberry Pi bersama dengan komponen pendukung lainnya. Tahap kedua melibatkan pengujian alat di lahan yang dipilih di Desa Koha Selatan untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan data pengukuran sebagai berikut: sensor pH tanah menunjukkan bahwa sebagian besar tanah bersifat asam; sensor suhu DHT11 mencatat suhu tanah rata-rata sekitar 30°C; dan sensor kelembaban soil moisture mengukur kadar air tanah rata-rata sekitar 93,6%. Output dari alat ini berupa LCD yang menampilkan data hasil pengukuran dari ketiga sensor.

Item Type: Karya Ilmiah (Mahasiswa)
Uncontrolled Keywords: Petani,Indonesia,Soil,Ph,Raspberry Pi
Subjects: M Informatika > ME Tesis. Disertasi dan Skripsi
Divisions: Teknik > Jurusan Teknik Elektro
Depositing User: Mrs Sarini Podomi
Date Deposited: 11 Jun 2025 03:06
Last Modified: 11 Jun 2025 03:06
URI: http://repository.polimdo.ac.id/id/eprint/3830

Actions (login required)

View Item View Item